Muslim Melbourne Minta Naiknya Penularan COVID-19 Tak Dikaitkan dengan Agama

"Di saat sulit seperti ini, orang-orang mencari kambing hitam, dan sangat mudah bagi kelompok minoritas, seperti warga Muslim, untuk dikambinghitamkan. Inilah yang terjadi," kata Adel.
Kabar warga Indonesia di Victoria

Ada banyak warga Indonesia yang tinggal di kawasan 'hostpot' penularan virus corona di Australia.
Orang Islam memiliki ajaran untuk menyerahkan semua urusan kepada Tuhan, tetapi sebagai imam, Bekim mengingatkan hal itu dilakukan setelah manusia sendiri berusaha.
"Setelah kita mengikuti aturan pemerintah dan otoritas kesehatan, kita cuci tangan, pakai masker, baru kemudian serahkan kepada Allah," ujarnya.
Menurutnya membuat orang lain berisiko tertular malah bisa menjadi dosa besar, karena ada ayat Al-Quran yang menyebutkan membunuh orang tak bersalah sama seperti membunuh seluruh umat manusia.
"Dengan menolak dites dan tidak mengikuti anjuran kesehatan, seseorang bisa menulari orang lain dan membuat orang meninggal"
"Maka orang itu akan mencatat dosa besar," tegasnya.
Baca juga artikel terkait:
- Angka kematian di Indonesia sudah lebih dari 10 ribu jika dihitung berdasarkan pedoman WHO
- Pemerintah Indonesia dianggap menggunakan pendekatan militeristik dalam menangani virus corona
- Alasan tingginya kematian tenaga kesehatan di Indonesia di tengah pandemi virus corona
Islamic Council of Victoria (ICV) telah memperingatkan adanya upaya mengkambinghitamkan komunitas Muslim di Melbourne dengan terjadinya peningkatkan penularan virus corona
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang