Muslim Myanmar Dibantai, Taliban Siapkan Pembalasan
Jumat, 27 Juli 2012 – 00:27 WIB
ISLAMABAD - Kelompok militan Taliban di Pakistan mengancam akan melakukan serangan ke Myanmar untuk membalas dendam atas pembantaian kelompok Muslim Rohingya di negeri yang dikuasai junta militer itu. Dalam pernyataannya ke media, Kamis (26/7), kelompok Tehreek-e-Taliban (TTP mengklaim sebagai pembela pria dan wanita Muslim di Myanmar dengan menyatakan : “Kami akan membalas dendam atas darahmu yang tertumpah.”
Juru bicara TTP, Ehsanullah Ehsan menuntut pemerintah Pakistan menghentikan semua hubungan dengan Myanmar dan menutup kedutaan besar negara Asia Tenggara tersebut yang berlokasi di Islamabad. "Kalau tidak, kami tidak hanya akan menyerang kepentingan Burma –sebutan lain untuk Myanmar- di manapun berada, tapi juga satu persatu warga Pakistan yang berteman dengan mereka,” katanya.
Baca Juga:
Kedutaan besar Myanmar di Islamabad belum dapat dihubungi untuk mengomentari ancaman ini. TTP seringkali mengklaim berbagai serangan terhadap pasukan pemerintah Pakistan namun kemampuannya untuk melakukan serangan teror di negara yang berjarak ribuan kilometer dari Pakistan masih diragukan.
Meski demikian, Amerika Serikat menyatakan pihaknya memiliki bukti bahwa kelompok tersebut bertanggung jawab atas upaya pemboman yang gagal di Times Square, New York tahun 2010 lalu. Pemboman yang gagal itu berujung pada penangkapan atas warga blasteran Pakistan-Amerika, Faisal Shahzad. Faisal telah dijatuhu hukuman penjara selama seumur hidup.
ISLAMABAD - Kelompok militan Taliban di Pakistan mengancam akan melakukan serangan ke Myanmar untuk membalas dendam atas pembantaian kelompok Muslim
BERITA TERKAIT
- BPK Dorong Tata Kelola Pendanaan Iklim yang Transparan dan Efektif
- Hubungan Presiden dan Wapres Filipina Retak, Beredar Isu Ancaman Pembunuhan
- Kemlu RI Berharap PM Israel Benjamin Netanyahu Segera Ditangkap
- Operasi Patkor Kastima 2024 Dimulai, Bea Cukai-JKDM Siap Jaga Kondusifitas Selat Malaka
- Hari Martabat dan Kebebasan, Simbol Ketahanan dan Harapan Rakyat Ukraina
- Gaza Menderita, Otoritas Palestina Tolak Rencana Israel Terkait Penyaluran Bantuan