Myanmar Bakal Tampung Rohingya di Kamp Repatriasi

Ada daftar 100 ribu pengungsi Rohingya yang akan diserahkan ke otoritas di Myanmar. Mereka dipilih secara acak.
Pemerintah Myanmar akan memeriksa nama-nama mereka dan mencocokkan dengan data penduduk sebelum terjadi eksodus besar-besaran akhir Agustus tahun lalu. Mereka yang disetujui akan ditanya apakah mau dipulangkan atau tidak.
Pemerintah Myanmar telah menyiapkan dua kamp repatriasi untuk menampung sementara penduduk Rohingya yang pulang.
Pejabat senior di Kementerian Tenaga Kerja, Imigrasi, dan Kependudukan Myanmar Myint Kyaing mengungkapkan, pihaknya siap memproses kepulangan 150 orang pengungsi per hari.
”Nanti petugas juga mengecek apakah pengungsi yang pulang itu masuk daftar teroris atau tidak,” katanya.
Sementara itu, Zaw Htay, juru bicara pemerintah Myanmar, mengungkapkan bahwa pengungsi yang pulang bisa mengajukan pendaftaran untuk menjadi penduduk.
Selama ini warga Rohingya dianggap sebagai penduduk Bangladesh yang masuk secara ilegal ke Myanmar. Selama puluhan tahun mereka tidak pernah diakui sebagai penduduk oleh Myanmar. Pergerakannya dibatasi. Mereka juga tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Pengajuan menjadi penduduk resmi Myanmar itu, sepertinya, tidak mudah. Sebab, Htay menyatakan, warga Rohingya harus lolos proses verifikasi terlebih dahulu.
Jadwal repatriasi alias pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar tinggal hitungan hari. Namun, masalah yang belum terselesaikan masih banyak
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI
- Prabowo Bakal Lepas Misi Kemanusiaan ke Myanmar 3 April
- Indonesia Berangkatkan Pasukan Misi Kemanusiaan Gempa ke Myanmar
- TNI AL Siapkan Pasukan dan Alutsista untuk Operasi Kemanusiaan Korban Gempa Bumi di Myanmar
- Info Terbaru Gempa Myanmar, Jumlah Korban dan yang Hilang