Nadiem Makarim: Saya Ingin Dosen Lebih Merdeka

Ditambah lagi dengan luaran tambahan seperti capacity building, inisiasi double degree atau joint degree joint supervision atau external examiner serta pengembangan kurikulum yang lebih berorientasi pada DUDI (dunia usaha dunia industri), akan sangat membantu PT di Indonesia mendapatkan akreditasi internasional dan meningkatkan peringkat kampus di tingkat global.
Terakhir, Nadiem menyatakan kegiatan ini merupakan bukti nyata dan upaya untuk terus memberikan kesempatan kepada dosen-dosen di Indonesia untuk membangun jejaring internasional dan berkiprah di panggung global.
"Besar sekali harapan saya bagi semua yang terlibat dari kegiatan ini akan menjadi agen perubahan yang mendukung akselerasi peningkatan mutu SDM kita," ucapnya.
Pada kesempatan sama Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam, menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sangat membutuhkan inovasi-inovasi yang relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Hal ini dilakukan untuk mendorong kemajuan di segala sektor yang menunjang kehidupan bangsa Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
"Melalui semangat Kampus Merdeka, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek mendorong perguruan tinggi untuk bisa menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan di masyarakat, industri, dan berbagai sektor lainnya," kata Nizam. (esy/jpnn)
Mendikbudristek Nadiem Makarim menilai dosen selama ini belum mendapatkan kemerdekaan untuk meningkatkan kompetensinya
- LLDIKTI IV Percepat Kenaikan Puluhan Jabatan Dosen Universitas Kristen Maranatha
- Bisnis Ilmu
- Ibas Sebut Penguatan Riset dan Pendidikan di Indonesia Harus Diperkuat
- Waka MPR Ibas Berharap Tukin Segera Dicairkan Demi Kesejahteraan Dosen di Indonesia
- Kideco Fasilitasi Pembentukan Hukumonline Corner di Ummul, Kabar Baik Buat Dosen dan Mahasiswa
- Eddy Soeparno akan Bicara Urgensi Energi Terbarukan di Hadapan Dosen hingga Mahasiswa