Napas Panjang 90 Hari
Oleh Dahlan Iskan
Senin, 03 Desember 2018 – 05:05 WIB

Dahlan Iskan.
Agenda lain: soal transfer teknologi. Soal perlindungan hak cipta. Soal perluasan kesempatan berusaha di Tiongkok bagi perusahaan Amerika.
Dan sebaliknya. Soal intip-mengintip rahasia negara. Lewat teknologi cyber. Soal kebijakan One China Policy dalam urusan Taiwan.
Ups… banyak banget.
Bagaimana kalau dalam tiga bulan tidak ada kesepakatan? Perang dimulai lagi. Tarif 25 persen diberlakukan. Tiongkok pun membalas dengan tit for tat.
Jinping sudah banyak mendapat pelajaran pahit. Selama perang dagang. Empat bulan terakhir: pertumbuhan ekonominya menurun satu persen.
Trump juga mendapat pelajaran. Petaninya marah-marah.
Tapi tim negosiasi juga masih sulit. Waktu tiga bulan semoga cukup.
Untungnya situasi lingkungan sudah berubah. Sedikit.
Amerika dan Tiongkok yang terlibat perang dagang melakukan gencatan senjata selama 90 hari. Juru runding kedua negara akan bertemu.
BERITA TERKAIT
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump