Nama JK Belum Diakomodasi Jadi Capres
Suara Mayoritas DPW Dimentahkan DPP PPP
Jumat, 24 Februari 2012 – 07:59 WIB

Nama JK Belum Diakomodasi Jadi Capres
KEDIRI - Suara mayoritas DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PPP yang menginginkan Jusuf Kalla menjadi capres 2014 bagai bertepuk sebelah tangan. Sebab, para elite PPP tidak mengakomodasi suara daerah itu dalam rekomendasi mukernas (musyawarah kerja nasional) yang berakhir kemarin.
Padahal, suara yang menginginkan JK menjadi capres itu menggebu-gebu. Bayangkan, di antara 33 DPW, 30 DPW yang mengacungkan tangan setuju mantan Wapres itu ditetapkan sebagai capres. Mereka mendukung capres dari eksternal karena belum ada kader PPP yang kuat. Tapi, apa mau dikata, semua semangat itu antiklimaks menjadi mentah.
"Khusus pilpres, dinamika memang cukup dinamis dan tentu akan menjadi perhatian DPP. Namun, akan ada forum khusus untuk itu," ujar Ketua Pengarah Mukernas dan Halaqoh Alim Ulama PPP Lukman Hakim Saifuddin sebelum acara penutupan di Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri, kemarin (23/2). Dia menyatakan, pembahasan pasangan capres-cawapres yang akan diusung bakal dibahas di forum rapimnas.
Tidak seperti aspirasi mayoritas DPW, mukernas kali ini hanya memutuskan sejumlah kriteria umum kandidat capres-cawapres yang bakal diusung. Hal itu tertuang dalam rekomendasi Majelis Syariah PPP yang dibacakan Ketua Majelis Pertimbangan DPW PPP Jawa Timur KH Anwar Iskandar saat acara penutupan.
KEDIRI - Suara mayoritas DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PPP yang menginginkan Jusuf Kalla menjadi capres 2014 bagai bertepuk sebelah tangan. Sebab,
BERITA TERKAIT
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Prabowo dan Pemimpin ASEAN Atur Strategi
- Peluang Pertemuan Mega-Prabowo Masih 50:50, Ray Rangkuti Singgung Hasrat Puan dan Dasco
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor