Nancy Margaretha, 'Duta Besar' Komunitas Backpacker Dunia untuk Indonesia
Anggota Pemburu Bule Jadi Ancaman Terbesar
Kamis, 25 Maret 2010 – 06:15 WIB

Nancy Margaretha ketika mencari tumpangan kendaraan pribadi dari Drestin (Jerman) ke Praha (republik Ceko). Foto: dok probadi
Salah satu cara yang paling mudah adalah ikut bergabung dalam komunitas backpacker terbesar di dunia yang memiliki situs di couchsurfing.com yang kini beranggota sekitar 2 juta backpacker. Komunitas itu memiliki perwakilan di 236 negara dan 71 ribu kota di seluruh penjuru dunia.
Dengan menjadi anggota situs komunitas backpacker itu, siapa pun bisa menghabiskan berbulan-bulan keliling Eropa, Amerika Serikat, hingga Australia dengan hanya bermodal tiket pesawat murah. Biaya menjadi murah karena member tidak perlu membayar hotel atau penginapan. Mereka diarahkan menjadi "tamu" di rumah-rumah anggota komunitas tersebut yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
Nancy lantas menjelaskan secara singkat bahwa couch itu berarti sofa, sedangkan pengertian surfing adalah browsing atau mencari. Jadi, lanjut dia, couchsurfing adalah mencari-cari sofa yang bisa diinapi ketika seorang pelancong berada di luar negeri. "Semudah itu," ujarnya singkat.
Sistem couchsurfing adalah bertamu dan menginap di rumah para anggota komunitas backpacker sedunia. Dari belajar bertamu ke rumah orang lain itu, lanjut Nancy, seseorang bisa mengerti apa yang harus dikerjakan. Sebaliknya, mereka juga harus mengetahui tata cara ketika sedang menginap di tempat orang lain.
Jika ingin berkeliling ke luar negeri, tapi modal pas-pasan, Anda bisa menghubungi Nancy Margaretha di Jakarta. Dia telah ditunjuk sebagai country
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara