Napi Mengamuk, Lapas Parigi Mencekam

jpnn.com, PALU - Narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Parigi, Sulawesi Tengah, mengamuk.
Kabag OPS Polres Parigi Moutong AKP Junus Achpa mengatakan keributan terjadi akibat tindakan oknum sipir terhadap napi. Atas tindakan itu lalu menyulut kemarahan narapidana hingga berujung kerusuhan.
Untuk mengamankan lapas, Polres Kabupaten Parigi Moutong mengerahkan ratusan personel.
"Kurang lebih 180 personel gabungan Polri dan TNI bersiaga di Lapas Parigi untuk menjaga situasi di sana," kata AKP Junus Achpa yang dihubungi dari Palu, Kamis malam.
Para narapidana sempat membakar kasur dan kursi kayu di luar blok tahanan pada Kamis petang, hingga berupaya menerobos pintu Lapas, dan sebagian besar ruangan kantor dikuasai ratusan narapidana.
Bahkan, sempat terjadi aksi lempar batu dan sejumlah botol kaca ke arah petugas yang mencoba menenangkan narapidana di sisi tengah gerbang utama menuju ruang tahanan.
Guna meredam situasi itu agar tidak menimbulkan keributan meluas, polisi lalu melakukan pengamanan dengan personel gabungan.
"Kami belum bisa masuk ke lingkungan blok narapidana, kami masih mengupayakan langkah persuasif dengan melakukan negosiasi," ujar Achpa.
Napi di Lapas Parigi mengamuk. Situasi masih mencekam, keributan terjadi akibat tindakan oknum sipir terhadap narapidana.
- 502 Narapidana Rutan Paser Terima Remisi Idulfitri 2025
- Dapat Remisi Idulfitri, 84 Narapidana di Jateng Langsung Bebas
- Dapat Remisi Lebaran, 6 Narapidana Rutan Makassar Langsung Bebas
- Perangi Narkoba & HP Ilegal, Rutan Salemba Pindahkan 300 Napi ke Berbagai LP di Jabar-Banten
- Satgas Damai Cartenz Buru Komandan KKB yang Kabur dari Lapas Wamena
- Usulan Amnesti terhadap Napi KKB Sudah Disampaikan kepada Prabowo