NasDem Ancang-ancang Pilpres, Prof Jimly Langsung Menanggapi
Mantan ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini bahkan mendorong agar presidential threshold untuk Pilpres dibuat nol persen saja.
"Kuncinya Threshold jangan ketinggian atau disamakan saja antara ambang batas parlemen & presiden atau untuk pilpres nol persen saja," tambah Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia ini.
Saat dihubungi jpnn.com mengenai parpol tidak perlu dibatasi harus dua saja, itu menurutnya terkait dengan upaya menyederhanakan parpol lewat parliamentary threshold (PT).
"Kan enggak boleh kita membatasi partai. Threshold sekarang empat persen itu kan maksudnya mengikuti nasihat para ahli supaya partai politik jangan kebanyakan," jelas Prof Jimly.
Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh justru menginginkan agar parliamentary threshold di Pemilu 2024 dinaikkan menjadi 7 persen.
Salah satu tujuannya menurut Paloh, untuk menyederhanakan parpol di Indonesia.(fat/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Prof Jimly Asshiddiqie bicara soal calon presiden merespons rencana Partai Nasdem bikin konvensi Capres 2024.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- HUT ke-17 Gerindra, Surya Paloh Kasih Kado Berharga Buat Prabowo
- Pidato di Acara Wantim NasDem, Paloh Singgung Penguatan Kewaspadaan Politik
- Setuju Ambang Batas Parlemen 4 Persen Dihapus, Eddy Soeparno: Bentuk Keadilan Demokrasi
- Presidential Threshold Dihapus, GRIB Jaya Mendesak Pembentukan Parpol Diperketat
- Anggap Parliamentary Threshold Masih Dibutuhkan, Rifqi NasDem Ungkap Alasannya
- Yusril: Kemungkinan MK Juga Batalkan Parliamentary Threshold