NasDem Disarankan Pelopori Konvensi Capres Model AS
Kamis, 24 Mei 2012 – 01:14 WIB

NasDem Disarankan Pelopori Konvensi Capres Model AS
JAKARTA - Partai Nasional Demokrat (NasDem) disarankan untuk mulai menjaring calon presioden (capres) guna dipersiapkan pada Pilpres 2014 mendatang. Salah satu mekanisme penjaringan capres yang disarankan untuk digunakan NasDem adalah konvensi a la Amerika Serikat (AS).
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, mengatakan bahwa NasDem sebagai partai baru harus memelopori penjaringan capres secara demokratis. Menurut Boni, konvensi capres a la AS perlu diadopsi oleh NasDem.
Dosen FISIP UI yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Berlin, Jerman itu menjelaskan, penjaringan capres di AS melalui konvensi mengenal mekanisme primary election. “Primary election merupakan sebuah model demokrasi deliberatif, karena pertimbangan dari publik diperhatikan betul sebelum partai menentukan capres yang akan diusung," kata Boni melalui email, Rabu (23/5).
Dipaparkannya, mekanisme konvensi itu menjadikan rakyat benar-benar berkuasa karena bisa menentukan capresnya sendiri. "Keuntungan dari sistem ini, rakyat menentukan sendiri capresnya. Deliberasi publik benar-benar optimal," tulisnya.
JAKARTA - Partai Nasional Demokrat (NasDem) disarankan untuk mulai menjaring calon presioden (capres) guna dipersiapkan pada Pilpres 2014 mendatang.
BERITA TERKAIT
- Eks Pimpinan KPK Anggap Pembahasan RUU Kejaksaan, Polri, dan TNI Bermasalah
- Ungkap Keprihatinan, Bamsoet: Indonesia Butuh Strategi Baru untuk Berantas Korupsi
- GPA Apresiasi Penyelenggaraan Retret Kepala Daerah yang Digelar Presiden dan Mendagri
- Gerakan Rakyat Bakal Jadi Parpol, Lalu Dukung Anies, Pengamat Ungkap Indikasinya
- Slamet Ariyadi DPR: BPI Danantara Mendorong Peningkatan Perekonomian Nasional Berkelanjutan
- APTISI Siap Laporkan Oknum DPR yang Diduga Mainkan Anggaran KIP Kuliah ke MKD