Nasib Anggota Parlemen Berkewarganegaraan Ganda

Nasib tujuh politisi Federal Australia, termasuk Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce, akan diputuskan oleh Pengadilan Tinggi pada hari Jumat (27/10/2017) siang di Canberra.
Politisi yang mendapat julukan ‘Citizenship Seven’ ini menghadapi kemungkinan dikeluarkan dari Parlemen karena status mereka sebagai warga negara ganda pada saat Pemilu terakhir.
Pasal 44 (1) dari Konstitusi Australia melarang warga negara asing ikut bersaing dalam Pemilu.
Politisi yang terlibat adalah Barnaby Joyce, wakil pemimpin Partai Nasional Fiona Nash, mantan menteri Partai Nasional Matt Canavan, senator Australia Selatan Nick Xenophon, senator dari Partai One Nation, Malcolm Roberts, dan mantan senator dari Partai Hijau, Scott Ludlam dan Larissa Waters.
Pemerintah Australia berpendapat bahwa Wakil Perdana Menteri tidak pernah tahu bahwa dirinya adalah warga negara ganda Australia dan Selandia Baru, dan seharusnya tidak dihukum.
Pengacara Stephen Donaghue QC, yang mewakili Jaksa Agung George Brandis, juga mengemukakan posisi yang sama untuk senator Nash, Canavan dan Xenophon.
Mantan senator dari Partai Hijau, tidak membantah bahwa mereka melanggar peraturan, dan mengklaim bahwa rekan-rekan politisi mereka seharusnya juga dikeluarkan.
Siapa yang berdebat apa?

ABC News: Marco Catalano
- Kabar Australia: Akhir Manis untuk Persahabatan Seekor Burung dan Anjing
- Ada Banyak Alasan Tidak Betah di Indonesia, tetapi Perlu Persiapan Sebelum Kabur
- Dunia Hari Ini: Tersangka Pemalsuan Sertifikat HGB Pagar Laut Ditangkap
- Dunia Hari Ini: Vatikan Mengatakan Paus Fransiskus Masih dalam kondisi kritis
- Dunia Hari Ini: Ledakan Bus di Israel Diduga 'Serangan Teror'
- Pelajar di Luar Negeri Ikut Dukung Aksi 'Indonesia Gelap'