Nasib Golkar Tak Ditentukan Cendana
Sabtu, 29 Agustus 2009 – 21:53 WIB

Nasib Golkar Tak Ditentukan Cendana
JAKARTA -- Tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri acara buka bersama di kediaman pribadi Ketua DPR Agung Laksono, Wapres Jusuf Kalla memilih hadir di acara serupa di rumah dinas Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di kompleks Widya Candra, Jakarta, sabtu (29/8). Dalam kesempatan tersebut, wartawan meminta tanggapan JK mengenai munculnya nama Tommy Soeharto dan Siti Hardiyanti Rukmono alias Mbak Tutut dalam bursa perebutan posisi Ketua Umum Golkar. Saat ditanya apakah bila Golkar dipimpin orang dari keluarga Cendana maka Golkar akan tumbuh menjadi lebih besar? JK mengatakan, kebesaran partai bukan ditentukan oleh asal muasal tokoh yang memimpin partai. Disebutkan, besar tidaknya partai sangat ditentukan oleh baik buruknya konsolidasi yang dilakukan. Konsolidasi yang baik akan menyatukan kekuatan seluruh kader. Partai kuat akan dan besar akan bisa memenangkan pemilu, lantas memerintah, dan mampu menjalankan pemerintahan dengan sangat baik.
Menurut JK, siapa pun punya hak untuk ikut maju dalam memperebutkan kursi pimpinan Golkar. Mengenai munculnya dua tokoh dari keluarga Cendana itu, JK tidak mau memberikan penilaian secara khusus. Dia hanya menyebutkan bahwa yang menentukan siapa yang bakal menjad Ketum Golkar adalah forum Munas yang akan digelar pada 4 Oktober mendatang di Pekanbaru, Riau.
Baca Juga:
"Munas yang menentukan, bukan saya, " ujarnya usai berbuka puasa bersama. Sebagai pimpinan tertinggi Golkar yang saat ini menjabat, lanjutnya, dirinya mempersilakan siapa pun kader Golkar yang sudah memenuhi persyaratan untuk ikut mencalonkan diri.
Baca Juga:
JAKARTA -- Tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri acara buka bersama di kediaman pribadi Ketua DPR Agung Laksono, Wapres Jusuf Kalla
BERITA TERKAIT
- Eks Pimpinan KPK Anggap Pembahasan RUU Kejaksaan, Polri, dan TNI Bermasalah
- Ungkap Keprihatinan, Bamsoet: Indonesia Butuh Strategi Baru untuk Berantas Korupsi
- GPA Apresiasi Penyelenggaraan Retret Kepala Daerah yang Digelar Presiden dan Mendagri
- Gerakan Rakyat Bakal Jadi Parpol, Lalu Dukung Anies, Pengamat Ungkap Indikasinya
- Slamet Ariyadi DPR: BPI Danantara Mendorong Peningkatan Perekonomian Nasional Berkelanjutan
- APTISI Siap Laporkan Oknum DPR yang Diduga Mainkan Anggaran KIP Kuliah ke MKD