Nazar Sebut SBY Tahu Politik Uang di Kongres Demokrat
Jumat, 03 Februari 2012 – 20:20 WIB

Mantan Sesmenpora Wafid Muharam saat bersaksi pada persidangan atas M Nazaruddin di Pengadian Tipikor Jakarta, Jumat (3/2). Foto : Arundono W/JPNN
JAKARTA - Terdakwa kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin, terus melemparkan tudingan ke para petinggi Partai Demokrat (PD). Kali ini, mantan Wakil Bendahara Umum melemparkan bola panas ke Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ditemui di sela-sela persidangan kasus suap Wisma Atlet di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/2) petang, Nazaruddin menyebut SBY tahu tentang permainan uang di PD. Terutama, terkait money politics dalam Kongres PD di Bandung, 2010 silam. "Kalau soal tentang pembagian uang di Kongres, itu Pak SBY tahu," kata Nazaruddin.
Menurut politisi yang akrab disapa dengan nama Nazar itu, SBY mendapat laporan tentang pembagian uang ke para pemilik suara di kongres dari salah satu calon yang kalah dalam persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum. "Ada salah satu calon yang kalah, dia membawa buktinya itu memberitahukan kepada Ketua Dewan Pembina," imbuh Nazar.
Seperti diketahui, kursi Ketua Umum PD pada kongres di Bandung 2010 lalu diperebutkan oleh tiga kandidat, yakni Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng dan Marzuki Alie. Melalui dua tahap pemilihan, Anas Urbaningrum terpilih setelah pada putaran kedua mengalahkan Marzuki Alie.
JAKARTA - Terdakwa kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin, terus melemparkan tudingan ke para petinggi Partai Demokrat (PD). Kali ini, mantan Wakil
BERITA TERKAIT
- Ramadan Tiba, Pemerintah Harus Siaga
- LPP SURAK Siap Mengawal Keputusan MK Terkait PSU di 24 Daerah
- Ahmadi Nur Supit Isyaratkan Regenerasi di SOKSI
- Banyak Gugatan Hasil Pilkada 2024, Legislator PDIP Kritik Kerja KPU
- Dana Otsus Kena Pemotongan, Senator Filep Wamafma Sampaikan 4 Poin Pandangannya
- Ketua KPU Ungkap Kebutuhan Anggaran RP 486 Miliar Buat PSU Pilkada