Nazar Yakin Andi Tak Hanya Membiarkan
Rabu, 07 November 2012 – 13:54 WIB
JAKARTA - Saksi kasus dugaan korupsi di proyek Hambalang, Muhammad Nazaruddin tak percaya dalam hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan, (BPK) nama Menpora, Andi Mallarangeng hanya disebut melakukan pembiaran. Ia sangat yakin Andi bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang selama ini memainkan proyek dengan dana multiyears tersebut.
"Enggak benar kalau itu hanya pembiaran. Itu kan hanya laporan BPK saja yang dikaburkan. Semuanya adalah Andi yang memerintahkan kepada Wafid Muharram," ujar terpidana kasus korupsi Wisma Atlet itu di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (7/11).
Sebelumnya, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo mengatakan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng telah lalai karena tidak melaksanakan pengendalian dan pengawasan dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. Menpora diduga membiarkan Seskemenpora Wafid Muharram melaksanakan wewenang Menpora dan tidak melaksanakan pengendalian dan pengawasan sebagaimana dimaksud PP Nomor 60 Tahun 2008. Menurut Hadi Purnomo, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK terdapat indikasi penyimpangan terhadap peraturan perundangan dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan pihak-pihak yang terkait proyek Hambalang akibat adanya pembiaran.
"Aktornya kan jelas, Anas dan Andi. Cuma ini kan namanya penguasa, partai penguasa, yang megang republik ini, ya sudah," tutur Nazaruddin.
JAKARTA - Saksi kasus dugaan korupsi di proyek Hambalang, Muhammad Nazaruddin tak percaya dalam hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan,
BERITA TERKAIT
- Polsek Tambusai Utara Ajak Warga di Desa Tanjung Medan Ciptakan Pilkada Damai
- AQUA dan DMI Berangkatkan Umrah bagi Khadimatul Masjid dari Enam Provinsi
- KPK Incar Pejabat BPK yang Terlibat di Kasus Korupsi Kemenhub
- PPPK Minta Regulasi Mutasi, Relokasi, dan TPP Rp 2 Juta, Berlebihankah?
- Santri Diajak Proaktif Melawan Judi Online Lewat Kampanye di Digital
- Gagal di Kasus Timah, Kejagung Jangan Cari Pengalihan Isu dengan Menumbalkan Polri