Nazaruddin, Elite Demokrat yang Terseret Kasus Suap Sesmenpora (2-Habis)
Tak Pernah Turun ke Jember sejak Lolos Senayan
Minggu, 29 Mei 2011 – 08:08 WIB

Nazaruddin, Elite Demokrat yang Terseret Kasus Suap Sesmenpora (2-Habis)
Saptono mengatakan beberapa kali melaporkan Nazaruddin kepada DPD PD Jatim maupun ke DPP PD. "Saat pertemuan di DPD atau DPP sering disampaikan soal anggota DPR maupun DPRD provinsi yang tidak aktif turun. Kami sampaikan terang-terangan, beliau (Nazaruddin, Red) belum pernah ke Jember," paparnya.
Menurut Ketua KPU Jember Ketty Tri Setyorini, berdasar hasil Pemilu 2009, Nazaruddin meraup 57.230 suara, disusul Subagyo yang saat ini juga menjadi anggota DPR dengan meraih suara 18.355. Posisi di bawahnya ditempati Siti Romlah dengan raihan 14.823 suara.
Berikutnya adalah Maksum dengan 4.225 suara, Natassya Tara (4.682 suara), Musiroh Muki (3.964 suara), Azral Hadi (3.744 suara), Mudha Cornelis Nubi (2.098 suara), Virna Angela K.K. (1.566 suara), dan Firman Yursak (1.131 suara). "Di Jember saja Nazaruddin meraih sekitar 50 ribu suara. Belum termasuk perolehan suara di Lumajang," ungkap Ketty.
Sementara itu, kasus yang menimpa Nazaruddin di Jakarta, tampaknya, mulai menjalar ke Jember. Itu terkait posisi Ayub Khan, ketua Fraksi Partai Demokrat, yang menjadi komisaris PT Anak Negeri. Forum Komunikasi Ekspresi Kader (Foreks) yang menjadi wadah mantan calon legislatif dari Partai Demokrat mendesak agar Ayub juga dinonaktifkan.
Tidak hanya di kampung halaman, Siantar, Sumatera Utara, warga Jember juga menyoroti kasus Muhammad Nazaruddin. Sebab, sejak terpilih dari daerah
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara