NCBI: Sekali Tepuk Sudirman Said Buka 4 Pilar

jpnn.com - JAKARTA – Direktur Eksekutif Nation and Character Building Institute (NCBI), Juliaman Saragih menilai laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait rekaman percakapan Ketua DPR Setya Novanto dengan Petinggi PT Freeport Indonesia, tidak membuat Indonesia terbelah. Sebaliknya, yang terbelah hanya antar elit-elit politik dan birokrasi kekuasaan yang selama ini kecanduan mencari rente di 'ruang gelap' pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
“Laporan Sudirman Said juga membuktikan baik di Petral dan Freeport Indonesia adanya saling sandera antara elit-elit politik dan birokrasi kekuasaan dengan mafia Indonesia. Kita menunggu pembongkaran kerja mafia di lintas sektoral lainnya,” kata Juliaman Saragih kepada JPNN.com, Senin (23/11).
Menurut Juliaman, Freeport Indonesia tidak membelah Indonesia. Sungguh bodoh kalau Freeport Indonesia secara sengaja merekam pembicaraan dengan Setya Novanto dan pengusaha minyak, Reza Chalid (RC).
“Bukankah FI (Freeport Indonesia), SN (Setya Novanto) dan RC masuk perangkap? Sekali tepuk Sudirman Said membuka aib 4 pilar,” kata Juliaman.
Juliaman berharap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam dan 9 bahan pokok rakyat.
“Tanpa tindakan hukum yang keras, cita-cita luhur Negara Proklamasi Indonesia hanya sebatas mimpi,” tegas Juliaman.(fri/jpnn)
JAKARTA – Direktur Eksekutif Nation and Character Building Institute (NCBI), Juliaman Saragih menilai laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Didit Hediprasetyo Jadi Kekuatan Tak Terduga Milik Prabowo
- Setop Rekrut Honorer Baru, Angkat Dahulu R2/R3 Jadi PPPK
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- Menhut Beri Kabar Gembira Berkaitan Gunung Rinjani, Pendaki Sebaiknya Menyimak
- Unsur TNI AL Selamatkan Kapal MV Serenity-09 yang Mengalami Kerusakan Mesin di Samudra Pasifik
- Menko Polkam Budi Gunawan Tinjau Arus Balik Idulfitri 2025 di Jawa Timur