Negara Afrika Ini Tidak Terima Warganya Ditembak Mati Polisi Amerika

Ayah Sisay, Lare Sisay, sebagaimana dikutip media di Gambia, mengatakan ia tidak akan berkomentar sebelum ada hasil otopsi dari penyelidik independen. Diplomat Gambia itu mengatakan anaknya merupakan "orang yang membenci kekerasan".
Sejumlah pemimpin di Afrika mengutuk kekerasan yang dilakukan kepolisian di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir, khususnya setelah seorang warga kulit hitam, George Floyd, tewas setelah disiksa oleh seorang polisi di Minneapolis.
Floyd tewas pada 25 Mei setelah seorang anggota Kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin, berlutut di atas lehernya selama hampir sembilan menit sampai ia akhirnya tewas kehabisan napas. Chauvin telah dicopot dari kesatuannya dan dituntut bersalah atas dua pasal pembunuhan. (ant/dil/jpnn)
Negara Afrika ini menuntut dilakukannya penyelidikan yang transparan terhadap kasus penembakan ke salah satu warganya oleh anggota kepolisian Amerika Serikat
Redaktur & Reporter : Adil
- Lubang Sama
- Siswa SMK Tewas Ditembak Polisi, Pensiunan Jenderal Bintang 2 Nasihati Juniornya
- Makam Siswa SMK yang Tewas Ditembak Polisi Sudah Digali
- Keluarga Siswa Korban Penembakan di Semarang: Anaknya Penurut
- Siswa SMK Tewas Ditembak Polisi, Kuburannya Akan Digali untuk Ekshumasi
- Ada Kontroversi di Kasus Polisi Tembak Siswa SMK, Komnas HAM Angkat Bicara