Negara Tanpa Pajak, Penuh Hiasan Taman Buatan
Minggu, 28 November 2010 – 01:30 WIB
INDAH - Taman-taman kota yang indah di gurun pasir ini, harus dialiri dengan selang air tanpa henti. Foto: Afni Zulkifli/JPNN.
Dubai yang semula padang tandus gurun pasir, di bawah tangan dingin kepemimpinan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, kini benar-benar menjelma menjadi kota mentropolitan Timur Tengah, bahkan dunia. Untuk mempercantik setiap detail kotanya, pemerintah pun rela merogoh anggaran negara hingga miliaran dirham (setara triliunan rupiah) hanya untuk menyalurkan air ke seluruh kawasan kota. Tujuannya, agar bisa membuat taman buatan dengan keindahan bunga-bunga ala negara timur Eropa dan Asia.
Setiap satu tumbuhan di taman kota Dubai, teramat berharga di kota padang pasir ini. Maka, kalau pengunjung jeli melihat, seluruh taman-taman indah di jalan-jalan utama Kota Dubai, dihiasi pula dengan selang-selang air yang tak putus dengan sumbernya. Selang-selang air ini ditanam di bawah tangkai tumbuhan, dan akan menyemburkan air secara otomatis bila suhu sudah mulai terasa panas.
Tidak hanya itu, jika satu saja tumbuhan ada yang layu atau mati karena tidak bisa beradaptasi dengan cuaca Kota Dubai, maka bagian pertamanan kota akan langsung mengganti bunga-bunga itu dengan bunga-bunga yang baru. Kalau sudah begini, rasanya bersyukur sekali kita tinggal di Indonesia yang hijau.
Lalu bagaimana dengan lalu lintas transportasi di Dubai? Tentunya, fasilitas kelas satu juga diberikan kepada para pengguna jalan. Nyaris tidak ada kemacetan sama sekali di Dubai. Jalanan Kota Dubai yang mulus dan lebar, memberikan kenyamanan bagi pengemudi-pengemudi mobil mewah untuk melintas di atasnya. Bagi kita yang terbiasa dengan macetnya Kota Jakarta, maka akan terasa unik ketika di Dubai tidak terlihat satu pun polisi lalu lintas berjaga-jaga di jalan raya. Bahkan tidak ada satu pos polisi pun terlihat di pojok-pojok kota.
Saat Indonesia masih tarik-ulur soal rencana pemberian tax holiday atau pembebasan beberapa pajak, untuk menarik investor ke dalam negeri, Pemerintah
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara