Nekad Ingin Mendaki Uluru Sebelum Ditutup, Turis Ramai Berkemah Di Pinggir Jalan
"Ada daerah terbatas untuk membuang limbah hitam di Australia Tengah ini - baik di Alice Spring atau Ayers Rock di dekat sini - dan kami memiliki pengunjung yang tidak mau mengantri untuk membuang limbah," kata Lindy Severin.
"Jika mereka membuangnya di stasiun, maka itu berpotensi melanggar standar organik. Ini juga menjijikkan."
"Sampah berserakan dimana-mana, kertas toilet bekas dipakai ... kami tidak keberatan dengan orang-orang yang meninggalkan sampah di kantong sampah [di roadhouse] - jangan hanya meninggalkan sampah manusia dan sampah berserakan di sisi jalan."
Photo: Wisatawan didorong untuk tidak mendaki bukit batu monolith Uluru dengan alasan menghormati budaya, lingkungan dan keselamatan. (ABC News: Neda Vanovac)
Severin mengatakan orang-orang secara teratur berkemah di sepanjang koridor jalan, mengikuti jalan setapak di jalan raya, atau menabrak semak-semak - semuanya milik pribadi.
Dia telah memasang papan pemberitahuan di stasiunnya dan perlu membawanya sendiri untuk mengusir pergi para pelancong yang memasuki propertinya.
"Itu menciptakan berbagai macam risiko," katanya.
"Jika Anda memarkir kendaraan anda masuk ke lahan rerumputan kami, dan saya yakin pasti anda telah melakukannya juga di tempat lain, maka itu berisiko membuat stasiun kami terkontaminasi gulma.
- Australia Menyelidiki Gelombang Kapal Pencuri Ikan dari Indonesia
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Mulai Mendeportasi Imigran Tak Berdokumen
- Ini Tanggapan Warga Indonesia di Amerika Setelah Pelantikan Presiden Trump
- Dunia Hari Ini: Donald Trump Sesumbar Telah Memulai Zaman Keemasan Amerika Serikat
- Keputusan Meta Berhenti Bekerja Sama Dengan Tim Pengecek Fakta Dianggap Berisiko
- Dunia Hari Ini: Sandera Israel dan Palestina Dibebaskan Setelah 15 Bulan Perang di Jalur Gaza