Neraca Dagang April Defisit USD 1,31 Miliar
jpnn.com, JAKARTA - Neraca perdagangan mengalami defisit sebesar USD 1,63 miliar pada April 2018.
Secara keseluruhan, defisit pada tahun ini mencapai USD 1,31 miliar.
Padahal, kinerja neraca perdagangan sempat membaik pada Maret 2018.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai defisit neraca dagang bulan lalu disebabkan impor migas sepanjang Januari hingga April membengkak hingga USD 9 miliar.
Jumlah itu lebih tinggi USD 700 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Impor migas yang membengkak tersebut merupakan efek kenaikan harga minyak mentah.
Tekanan impor juga berasal dari impor barang konsumsi yang tumbuh 25,8 persen bila dibandingkan pada Maret.
Hal itu sesuai dengan faktor seasonal menjelang Ramadan.
Neraca perdagangan mengalami defisit sebesar USD 1,63 miliar pada April 2018 lalu.
- 49 Bulan Berturut-turut Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tren Positif Berlanjut
- BPS: Neraca Perdagangan Surplus 33 Bulan
- Mantap! Ekspor Sumsel 2022 Naik 43,42 persen
- BPS: Sepanjang 2022, Neraca Perdagangan Surplus USD 54,46 Miliar
- Mantap! Kinerja Positif Seluruh Komponen Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Berdampak ke APBN
- Ekonomi Kalbar Triwulan III-2022 Tumbuh 6,48 Persen, Neraca Perdagangan Surplus