Neraca Dagang Indonesia Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah
Ekonom Bank Mandiri Dendi Ramdani mengungkapkan, defisit neraca dagang pada April lalu dipicu anjloknya kinerja ekspor, khususnya komoditas batu bara dan CPO.
Selain dua komoditas tersebut, sambung Dendi, ekspor migas turun cukup dalam.
’’Ini (defisit) karena efek harga dua komoditas yang anjlok,’’ jelasnya.
Dendi memprediksi kinerja neraca dagang belum akan membaik di semester kedua tahun ini.
Dia menyebut cukup sulit bagi ekspor untuk recovery karena harga komoditas diperkirakan masih rendah.
Karena itu, pihaknya menilai harus ada alternatif komoditas ekspor selain CPO dan batu bara.
’’Ekspor alternatif yang digenjot seperti garmen atau otomotif untuk mengompensasi penurunan komoditas,’’ tambahnya. (rin/ken/agf/c15/oki)
Neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami defisit sebesar USD 2,50 miliar.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Penduduk Miskin di DKI Jakarta Menurun, Sebegini Jumlahnya
- Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Indonesia Diperkirakan Lebih Baik
- NTP Nasional Naik 1,09 Persen di Agustus 2023, 4 Komoditas Ini Pendorongnya
- Ganjar Bikin Pertumbuhan Ekonomi Jateng Naik di Triwulan II 2023
- Hamdalah, Jumlah Pengangguran di Daerah ini Terus Menurun
- Ini 5 Sektor yang Bikin Perekonomian RI Melesat, Ada Konsumsi Rumah Tangga