Neraca Perdagangan Kaltim Surplus Rp 106,4 Triliun
jpnn.com, BALIKPAPAN - Neraca perdagangan Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari-Juli 2017 surplus USD 8 miliar atau Rp 104,6 triliun (USD= Rp 13 ribu).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Muhammad Habibullah mengatakan, surplus sebesar itu diperoleh dari hasil ekspor beragam komoditas senilai USD 9,7 miliar.
Sementara itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk impor senilai USD 1,7 miliar.
“Berbagai komoditas yang diekspor Bumi Etam selama periode Januari-Juli 2017 merupakan bahan bakar mineral baik migas maupun nonmigas,” ujarnya kepada Kaltim Post, Senin (11/9).
Menurutnya, nilai eskpor migas dan nonmigas masing-masing USD 2,35 miliar dan USD 6,57 miliar.
Selain bahan bakar mineral, ada juga komoditas nonmigas yang diekspor.
Antara lain, lemak dan minyak hewani atau nabati serta produk disosiasinya dan lemak olahan yang dapat dimakan dengan nilai USD 328,37 juta.
Kemudian, pupuk senilai USD 67,97 juta. Kayu dan olahannya serta arang senilai USD 118,54 juta.
Neraca perdagangan Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari-Juli 2017 surplus USD 8 miliar atau Rp 104,6 triliun (USD= Rp 13 ribu).
- Ini Usulan Waka MPR Soal Devisi Hasil Ekspor SDA 100 Persen Wajib Disimpan di Indonesia
- Menko Airlangga Hartarto Tegaskan Komitmen Pemerintah Mendorong UMKM Naik Kelas
- Keren, Perusahaan Asal Sumenep Ini Ekspor 10.000 Kg Kerapu Hidup ke Hong Kong
- Bea Cukai Madura Dorong Hasil Perikanan di Sumenep Tembus Pasar Internasional
- Bea Cukai Kawal Ekspor Perdana Komponen Elektronik ke Polandia
- Bea Cukai Tual Melepas Ekspor Perdana 7,6 Ton Ikan Kerapu Hidup ke Hong Kong