Nestapa Eriyanto, Il Capitano Terbaik AC Milan Junior Camp Day 2010
Pulang Sekolah, Cari Rumput Dulu Baru Berlatih
Kamis, 29 Desember 2011 – 19:26 WIB

Eriyanto menunjukkan medali yang diraihnya. Foto:DHIMAS GINANJAR/JAWA POS
Namun, Eri tidak bisa meninggalkan sepak bola. Siswa kelas XI SMA Negeri Nagrak itu tidak kehilangan akal. Agar orang tuanya tidak menghalangi hobinya bermain bola, Eri mencoba membagi waktu. Menggembala kambing tetap dia lakukan, tetapi sambil berlatih sepak bola.
"Pulang sekolah, cari rumput dulu baru latihan," tandas penggemar klub Barcelona itu. Strategi itu berhasil. Setidaknya, orang tuanya tidak lagi memaksa Eri agar meninggalkan sepak bola.
Sebaliknya, orang tua Eri kini getol menyemangati sang putra untuk menjadi pemain bola yang andal. Mereka berharap, sang putra yang lahir 12 Maret 1996 itu menjadi striker alias penyerang. Harapan tersebut disampaikan lantaran posisi Eri yang sering bermain di belakang dianggap kurang menguntungkan.
Namun, Eri memberikan fakta lain. Meski menjadi pemain belakang, dia tetap bisa produktif mencetak gol. Dia pun berhasil membawa SSB Asmaras menjuarai kompetisi KONI Kabupaten Sukabumi (24/12). "Meski pemain belakang, saya menjadi top scorer dengan 15 gol," katan pemain bertinggi 168 sentimeter itu.
Eriyanto punya bakat bermain bola yang luar biasa. Sayang, karirnya meredup dan terancam mati karena impitan ekonomi. Bagaimana kisahnya? DHIMAS
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara