Ngeri! ISIS Serang Pangkalan Militer AS pakai Senjata Kimia

jpnn.com - WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menuding militan Negara Islam alias Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menggunakan senjata kimia dalam serangannya di Iraq.
Dalam serangan terakhir ISIS di pangkalan militer Qayyara West, AS menemukan residu yang diduga berasal dari bahan kimia jenis mustard atau sulfur mustard.
Jika terjadi kontak dengan kulit, bahan tersebut bisa mengakibatkan cacat seumur hidup.
Kini Washington sedang menyelidiki dugaan itu. ”Sebuah roket yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya menghantam Pangkalan Militer Qayyara West,” kata seorang pejabat militer Negeri Paman Sam yang tidak menyebutkan identitasnya.
Ledakan roket tersebut terjadi pada Selasa waktu setempat (20/9).
Ketika itu pasukan AS yang sedang berkumpul di Qayyara West dan mempersiapkan serangan udara untuk mendukung aksi militer pasukan Iraq pun langsung buyar.
Konon, roket tersebut meledak beberapa ratus meter dari lokasi berkumpulnya pasukan AS.
”Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu,” ujar sumber militer tersebut.
WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menuding militan Negara Islam alias Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menggunakan senjata kimia
- Siapa Pemegang Kendali Vatikan Sepeninggal Paus dan Bagaimana Memilih Penggantinya?
- Sede Vacante, Masa ‘Kursi Kosong’ setelah Paus Vatikan Wafat
- Setahun Sebelum Meninggal, Paus Fransiskus Sederhanakan Liturgi Pemakaman Kepausan
- Kabar Duka, Paus Fransiskus Meninggal Dunia
- Rayakan Paskah, Presiden Kolombia Bicara soal Penderitaan Yesus & Rakyat Palestina
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian Sebut Israel Pelaku Utama Terorisme Global