Ngotot Minta Proyek, Anggota Dewan Bibirnya Pecah Dibogem PNS

Bahkan, ketika AS mengecek ke salah satu gudang milik Samsul, diketahui bahwa jaring padi tersebut sudah ada di dalam gudang tersebut.
“Sudah dibelinya. Ini bukti fotonya,” ujar AS sambil menyerahkan tiga lembar foto yang menggambarkan alat-alat jaring berwarna putih kepada Jambi Independent.
AS juga menyerahkan salinan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Muarojambi 2017, formulir 2.2.1.
Sebagai sahabat, jauh-jauh hari AS sudah mengingatkan Samsul agar tidak memaksakan kehendak. Apalagi, proyek itu berada di dinas tempat ia bekerja.
Tetapi, AS menilai Samsul tidak mau mendengarkan saran darinya. Sejak itu ada ketegangan antara dirinya dengan Samsul.
Buntutnya, kemarin pagi, Samsul datang ke kantor Dinas Pertanian dan Holtikultura, Komplek Perkantoran Bukit Cinto Kenang, Sengeti, Muarojambi.
Maksud kedatangan Samsul meminta agar proyek pengadaan jaring tersebut segera dikontrak. Samsul diakui AS datang dengan wajah tak bersahabat sambil menekan salah seorang pegawai dinas.
Menyadari itu, AS datang untuk melihat apa yang terjadi. “Tiba-tiba dia bilang, kau nak ngapo? Seolah-olah ngajak ribut,” tutur AS. Karena perkataan itu, emosinya jadi terpancing dan akhirnya memukul Samsul.
Anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Muarojambi, Samsul Bahri, dipukul salah seorang pegawai Dinas Pertanian dan Holtikultura Muarojambi, AS (56), di
- Gubernur Herman Deru Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2024 di Sidang Paripurna DPRD Sumsel
- Ekonom Sebut Penghentian PSN Berisiko Picu Ketidakpastian Ekonomi
- KPK Periksa Anggota DPRD hingga Kepala Sekolah di Bengkulu
- 3 Pesan Penting Sekjen PKS kepada Semua Anggota DPRD
- Massa ICW: Proyek IHSS Kemenkes Mengancam Industri Alkes Nasional
- Kerugian Lingkungan Rp 271 Triliun Kasus Timah segera Dibahas di Bamus DPRD Babel