Ngotot Pakai LJK, Pemda tak Diberi Formasi CPNS

jpnn.com - JAKARTA--Warning bagi pemerintah daerah yang tidak menggunakan sistim computer assisted test (CAT) dalam rekrutmen CPNS 2014. Bagi yang tetap ngotot menggunakan sistim lembar jawab komputer (LJK), maka daerah tersebut tidak akan diberi formasi CPNS.
"Saya tegaskan di sini, CAT sudah menjadi kewajiban seluruh instansi. Bagi kepala daerah yang meminta keringanan untuk menggunakan LJK maka tidak akan diberikan formasi," tegas Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN-RB) Eko Prasojo dalam konpres di kantornya, Jumat (2/5).
Bagi instansi yang akan mengadakan rekrutmen CPNS, lanjutnya, sudah bisa mengajukan usulannya lewat sistim elektronik formasi yang tersedia di website KemenPAN-RB. Selain itu formasinya juga akan diumumkan di website.
"Jadi daerah tidak perlu ke Jakarta lagi membawa usulan formasi. Cukup pakai e-formasi saja agar lebih hemat waktu dan biaya," terangnya.
Mengenai kawasan timur yang memiliki keterbatasan dalam infrastruktur, menurut guru besar Universitas Indonesia ini tidak akan ada pengecualian. Sebab, pemda bisa menggunakan fasilitas di sekolah-sekolah yang ada komputernya.
"Ada sekitar 400-an titik (di luar 12 Kantor Regional BKN) yang bisa dipakai untuk tes CPNS lewat sistim CAT. Jadi kabupaten/kota tidak perlu lagi pakai LJK," tandasnya. (esy/jpnn)
JAKARTA--Warning bagi pemerintah daerah yang tidak menggunakan sistim computer assisted test (CAT) dalam rekrutmen CPNS 2014. Bagi yang tetap ngotot
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dukung Larangan SOTR di Jakarta Utara, Sahroni: 90 Persen Berakhir Tawuran
- ASN PPPK Silakan Cek Leger Gaji, Alhamdulillah Gratis
- Kades Kohod Disebut Bersedia Bayar Denda Pagar Laut Rp 48 Miliar
- Hengky Pribadi Mangkir di Sidang Korupsi Retrofit PLTU Bukit Asam
- Marak Penggunaan Teknologi AI, PKB Ikut Arus untuk Hal Positif
- Tidak Semua Driver Ojol Ikut Ajakan Demo soal THR, Alasannya Manusiawi