Nilai-nilai Keluarga Membantu Kesuksesan Sejumlah Migran Asia di Australia

Michelle mengatakan orang tuanya "selalu mendukung dari awal" mengenai apa yang ingin dilakukannya.
"Apa pun yang terjadi, entah itu kesulitan pribadi atau profesional, saya selalu bisa mengandalkan bantuan mereka," katanya.
"Orang tua kami, semakin bertambah usianya, membuat kami semakin bangga."
"Orang tua saya betul-betul mendorong saya untuk mendapatkan beasiswa."
Sementara itu, Angelina Inthavong selalu bersyukur dengan pengorbanan orang tua mereka, ketika tiba di Australia dari Kamboja di tahun 1980-an setelah melarikan diri dari pemerintahan Khmer Merah.
Angelina mengatakan orang tuanya memprioritaskan pendidikan baginya dan berusaha semaksimal mungkin, meski kesulitan uang.
"Karena orang tua saya berasal dari sekolah negeri yang miskin, mereka betul-betul mendorong saya untuk mendapatkan beasiswa di sekolah menengah swasta, dan juga mendapatkan beasiswa di universitas," kata Angelina yang berusia 18 tahun tersebut.
Angelina sekarang bekerja di Kedutaan Amerika Serikat di Canberra, serta di sebuah lembaga untuk mencegah pelecehan seksual terhadap anak-anak Bravehearts, sambil juga menyelesaikan kuliah S1 di bidang kesehatan publik di Australia National University.
Tiga perempuan asal Asia di Australia menceritkan bagaimana nilai-nilai keluarga dan pengorbanan orang tua berpengaruh pada keberhasilan yang mereka nikmati sekarang
- Rahasia agar Tubuh dan Mental Sehat, Semuanya Dimulai dari Isi Piring
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun