Novak Djokovic Buka Suara Pertama Kali Sejak Sempat Ditahan di Melbourne

Di pengadilan federal yang digelar di Melbourne kemarin sore, Hakim Antony Kelly memutuskan pembatalan visa yang dilakukan petugas Australian Border Force saat Djokovic tiba di Melbourne minggu lalu bersifat tidak adil.
Namun masalah ini belum selesai sepenuhnya dengan Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke masih mempertimbangkan apakah akan membatalkan visa bagi Djokovic.
Setelah pernyataan Djokovic muncul di media sosial, keluarganya di ibu kota Serbia Beograd berbicara dengan media.
Mereka mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Djokovic sambil memuji keputusan hakim.
"Seluruh proses ini bukan soal tenis atau Australia Terbuka, ini mengenai keadilan terhadap apa yang dialaminya," kata Djordje Djokovic, adik Novak Djokovic kepada media.
"Novak berjuang bagi kebebasan untuk melakukan pilihan," tambahnya, sambil mengucapkan terima kasih kepada hakim.
"Kami bersyukur mengenai sistem keadilan di Australia."
Ayahnya, Srdjan mengatakan hak asasi manusia anaknya sempat diambil. Sementara ibunya, Dijana, mengatakan apa yang dialami anaknya adalah bentuk "penyiksaan".
Menteri Imigrasi Australia masih punya kewenangan untuk mendeportasi Novak Djokovic, tapi petenis nomer satu dunia tersebut mengatakan ia akan tetap berada di Australia untuk pertahankan gelar juara
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi