Novanto Dinilai Tak Punya Legitimasi Moral

jpnn.com - JAKARTA - Para pemilik hak suara dalam Munaslub Golkar diingatkan untuk tidak memilih Setya Novanto sebagai ketua umum. Pasalnya, langkah tersebut diyakini hanya akan menjadi bumerang bagi partai beringin.
Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno mengatakan, Golkar seharusnya menggunakan ajang Munaslub sebagai alat untuk memperbaiki citra. Sementara Novanto jelas-jelas merupakan sosok yang dipandang negatif oleh publik karena keterlibatannya dalam skandal "Papa Minta Saham"
"Legitimasi moralnya (Novanto) sudah runtuh," kata Adi.
Selain itu, lanjut Adi, Golkar juga harus bisa menjauhkan diri dari praktik politik uang. Golkar mestinya mampu keluar dari kesan negatif soal mahar politik, termasuk aroma logislitik lainnya.
Tapi, Adi khawatir proses Munaslub justru membuat Golkar kembali terpuruk. Pasalnya, belum apa-apa panitia Munaslub sudah mewajibkan kandidat menyetor sejumlah uang.
"Tak heran, munaslub menegaskan bahwa politik suksesi di Golkar cukup mahal. Kredibilitas, moralitas, dan integritas menjadi sesuatu yang tak penting bagi Golkar. Ujung-ujungnya adalah pertarungan logistik para kandidat," kata Adi.
Dia pun menilai situasi ini tak lepas dari manuver Novanto dan loyalisnya untuk merebut kursi Golkar 1. Pasalnya, kepanitiaan munaslub diisi oleh orang-orang dekat mantan ketua DPR itu.
Lagipula, pertarungan logistik tentu akan sangat menguntungkan Novanto sebagai salah satu elite Golkar yang paling kuat dari sisi finansial. "Dari awal munaslub lebih didesain untuk memenangkan Setya Novanto," tuturnya.
- H+6 Lebaran, 50 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Barat Lewat Tol
- Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
- One Way Nasional Resmi Dibuka untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran, Pemudik Wajib Tahu
- Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Kembali Diberlakukan
- Dukung UMKM, Pemprov Jakarta Siapkan Anggaran Rp 300 Miliar
- Gubernur Sulteng Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Jurnalis Situr Wijaya