Novel Baswedan Ogah Jawab Pertanyaan Penyidik

jpnn.com - JAKARTA - Penyidik KPK Novel Baswedan ogah menjawab pertanyaan yang diajukan penyidik Bareskrim Mabes Polri setelah dirinya ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (1/5) tadi.
Novel beralasan menunggu pengacaranya mendampingi. "Sudah ajukan pertanyaan tapi yang bersangkutan tetap tidak mau menjawab," kata Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso, di Bareskrim, Jumat (1/5).
Polri memberikan kesempatan kepada salah satu penyidik terbaik KPK itu untuk didampingi pengacaranya.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, penangkapan yang dilakukan Bareskrim Polri ini merupakan bentuk bantuan terhadap Polda Bengkulu yang mengusut kasus tersebut.
Dia mengatakan, Bareskrim hanya berkoordinasi dengan Polda Bengkulu. "Kita ini hanya membantu Polda Bengkulu," kata Budi.
Selanjutnya, kasus ini akan ditangani oleh Polda Bengkulu karena memang kejadiannya saat itu ada di Bengkulu.
"Nantinya akan disidang di sana (Bengkulu). Kita ini hanya membantu Polda Bengkulu, karena memang kejadiannya di sana," ujarnya.
Kasus ini sempat mengemuka ketika KPK menetapkan Irjen Djoko Susilo, mantan Kakorlantas Polri sebagai tersangka korupsi 2012 lalu. Namun, kala itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono "bertindak" sehingga kasus itu pun tak dilanjutkan sementara.
JAKARTA - Penyidik KPK Novel Baswedan ogah menjawab pertanyaan yang diajukan penyidik Bareskrim Mabes Polri setelah dirinya ditangkap di rumahnya
- Pelajar Indonesia Raih Prestasi Gemilang dalam Ujian Cambridge International
- Berkontribusi Menekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia Gelar Seminar Dokter Nasional
- Oneject Indonesia Luncurkan Mesin Hemodialisa & Kantong Cuci Darah, Menkes Bilang Begini
- Pemkot Sukabumi Tak Izinkan Kegiatan Pasar Kaget Selama Ramadan
- Setelah Ikut Retret, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Siap Sinergikan Program Pusat dan Daerah
- Keluarga Almarhumah Kesya Lestaluhu dan Kepala Suku Biak Mengadu ke Komnas Perempuan