Novel Intan Paramaditha Masuk Nominasi Penghargaan Buku Terbaik di Australia

Elizabeth mengaku pola pikir semacam ini membentuk pendekatan awalnya dalam menulis, bahwa dia sering mencari jawaban yang "benar", serta rasa diterima.
Karena itu, ia menyebut masuknya kumpulan cerpennya ke dalam daftar panjang Stella Prize menjadi lebih bermakna.
"Bukanlah penyesuaian diri dan rasa diterima yang seharusnya saya perjuangkan melainkan rasa emosional yang sebenarnya," katanya.
Keterwakilan perlu, tapi tak cukup
SL Lim, penulis kelahiran Singapura yang pindah ke Australia ketika berusia satu tahun, merupakan penulis non-biner pertama yang masuk dalam daftar panjang untuk hadiah tersebut.
Orang non-biner tidak mengidentifikasi gender mereka sebagai pria atau wanita.
Novel Lim berjudul Revenge: Murder in Three Parts, bercerita tentang "orang yang menginginkan segalanya."

Koleksi pribadi
"Dia menghendaki cinta, seks dan petualangan, dan semua hal baik ini. Tapi karena terlahir miskin, dan karena terlahir di sisi perbatasan yang salah, dia tidak mendapatkan yang diinginkannya," kata Lim.
Kisah novel karya Intan Paramadhita ini bermula dari sepasang sepatu merah dan persekutuan dengan jin
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi