Obituari Yunahar Ilyas: Sang Ahli Tafsir dan Organisatoris Handal yang Bersahaja

Di kedua ormas itu, Buya Yunahar membuktikan diri sebagai tokoh ulama yang mampu konsisten dalam memandu umat Islam dengan beragam latar belakang meski memiliki gen Muhammadiyah dalam denyut nadinya.
Dia membuktikan sebagai orang Muhammadiyah tulen, tidak menghalanginya berlaku adil dan independen dalam membimbing umat dengan Islam moderat dengan salah satu cirinya toleran terhadap perbedaan pendapat keagamaan.
Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Anwar Abbas, mengakui sepak terjang Buya Yunahar dalam ilmu agama.
Menurut dia, mendiang yang juga Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu jiwa toleransinya tinggi.
"Bidang keahlian beliau yang menonjol adalah dalam ilmu tafsir yaitu suatu cabang keilmuan dalam Islam yang sangat sarat dengan perbedaan pendapat, beliau sudah terbiasa menghadapi perbedaan pendapat dan melihat suatu masalah dari berbagai perspektif," kata dia.
Anwar yang juga sesama Ketua PP Muhammadiyah itu, mengakui Yunahar selain memiliki kedalaman ilmu agama, juga mahir berdakwah.
"Beliau oleh teman-teman di PP Muhammadiyah dipercaya dalam dua periode kepemimpinan ini untuk membidangi masalah tarjih dan dakwah, dua bidang yang memang sangat beliau kuasai," katanya.
Soal keilmuan Yunahar, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengakui keunggulan tokoh yang kerap menulis buku dan kajian ilmiah tentang akidah, akhlak, tafsir, kesetaraan gender, dan lainnya.
Meski memiliki gen Muhammadiyah, Buya Yunahar mampu konsisten memandu umat Islam dengan beragam latar belakang.
- Muhammadiyah Kritik Tren Kartu Lebaran Tanpa Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin
- Ketua MUI Ajak Umat Islam Tetap Memiliki Integritas Seusai Ramadan
- Makna Idulfitri 1446 Hijriah: Momen Kebersamaan, dan Berbagi
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- BAZNAS, MUI, dan Kemenbud Gelar Nobar Film Peraih Oscar No Other Land
- Solidaritas untuk Palestina, PMII Serukan Boikot 25 Merek Terafiliasi Israel