Ogah Kecolongan, KKP Amankan Dua Saksi Kunci Perbudakan di Benjina

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak mau kecolongan lagi membiarkan anak buahnya menuntaskan kasus besar tanpa memberikan pengamanan khusus. Kini kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti itu mengamankan anak buahnya, yang juga merupakan saksi kunci kasus praktik perbudakan di Benjina.
Upaya tersebut dilakukan KKP untuk memastikan keamanan dan keselamatan dua anak buahnya. Hal itu dilakukan menyusul tewasnya Koordinator Pengawas Sumber Daya KKP di Benjina, Yosep Sairlela, pada Sabtu (18/4) lalu.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Asep Burhanudin mengatakan ada tiga anak buahnya yang ditugaskan untuk mendalami kasus tersebut.
"Ada tiga aparat yang ada di sana, satu sudah kami bawa ke sini. Sehingga, kalau terindikasi untuk pembunuhan, dia aman. Pagi ini dia di Ambon, mungkin hari ini sudah sampai ke Jakarta. Namanya Didit, yang perempuan masih di Tual," ungkap Asep di kantornya, Jakarta, Rabu (22/4).
Menurut Asep, selain tiga anak buahnya tersebut sebenarnya banyak saksi yang mengetahui tindakan perbudakan di sana, termasuk pihak TNI, Imigrasi, dan Kepolisian.
"Tentu saksi banyak sebenarnya, termasuk mereka, apalagi yang sudah berada di sana (Benjina-red) beberapa tahun," sebutnya.
Di sisi lain, Asep meminta kepada semua pihak agar tidak berasumsi terlampau jauh tentang penyebab kematian Yosep, sampai menunggu hasil visum lengkap dari pihak RSCM. (chi/jpnn)
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak mau kecolongan lagi membiarkan anak buahnya menuntaskan kasus besar tanpa memberikan pengamanan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- H+6 Lebaran, 50 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Barat Lewat Tol
- Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
- One Way Nasional Resmi Dibuka untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran, Pemudik Wajib Tahu
- Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Kembali Diberlakukan
- Dukung UMKM, Pemprov Jakarta Siapkan Anggaran Rp 300 Miliar
- Gubernur Sulteng Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Jurnalis Situr Wijaya