Ogah Pulang, Takut Ayah yang Berkelakuan Bejat

jpnn.com, SIJUNJUNG - MS,19, warga Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, menjadi budak nafsu ayah kandung selama delapan tahun.
Hingga kini korban masih mengalami trauma berat. MS tak bersedia kembali ke rumahnya dan memilih tinggal bersama keluarganya yang lain.
Pekerja Sosial (Peksos) Kementerian Sosial RI yang bertugas di wilayah Sijunjung, Winda, menyebutkan, MS tidak ingin kembali ke rumah orangtuanya karena ketakutan.
Korban selalu teringat akan perbuatan ayah kandungnya yang menjadikannya budak nafsu selama delapan tahun.
”Informasi dari keluarganya, korban memang tidak ingin kembali ke rumahnya, karena takut teringat lagi dengan sang ayah. Korban saat ini masih sangat trauma,” tutur Winda kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group) kemarin (31/3).
Kanit 2 PP Polres Sijunjung Bripka Sepman Hadi mengaku khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap korban, jika persoalan tersebut tak segera ditanggapi serius.
”Delapan tahun penderitaan yang dialami korban, bukan hal yang mudah untuk dilupakan. Ini sangat membutuhkan perhatian secara serius dari seluruh pihak. Terutama pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Sosial,” ucapnya.
Ketua Komisi III DPRD Sijunjung, Daswanto mengaku prihatin dengan informasi tersebut.
MS,19, warga Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, menjadi budak nafsu ayah kandung selama delapan tahun.
- Innalillahi, Satu Orang Tewas di Dalam Mobil Avanza yang Tertimbun Tanah Longsor
- Perlindungan Saksi dan Korban Masih Lemah, Pemerintah Harus Perkuatkan LPSK
- Operasi SAR Ditutup, 3 Korban Longboat Terbalik di Malut Dinyatakan Hilang
- 4 Remaja Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar di Banyuasin Ditangkap, Tuh Barbuknya!
- Direktur PT NWR Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Tragis di Sungai Segati
- Seluruh Korban Kecelakaan Truk di Sungai Segati Dievakuasi, Total 15 Orang Meninggal