OJK: IPO GoTo Sudah Dinanti Publik

jpnn.com, JAKARTA - Penjualan saham GoTo di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai sebagai momentum bagi perusahaan untuk berbagi kepemilikan kepada masyarakat.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute Agus Sugiarto mengatakan, rencana GoTo untuk go public menjadi salah satu daya tarik lain dari hasil kolaborasi Gojek dan Tokopedia.
Menurut dia, penawaran saham kepada publik atau initial Public Offering (IPO) GoTo adalah bagian dari sinergi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Karena sudah ditunggu-tunggu juga oleh investor di pasar modal," kata Agus saat memberikan sambutan dalam seminar virtual bertema “Dampak Merging Antara Platforms: Studi Kasus Gojek dan Tokopedia” yang diselenggarakan LPEM FEB UI, baru-baru ini.
Dia pun berharap masyarakat bisa berpartisipasi memiliki GoJek dan Tokopedia sehingga setelah IPO, GoTo bisa transparan dan kinerjanya makin baik.
Ekonom Digital LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Chaikal Nuryakin menambahkan, GoTo bisa melihat beberapa perusahaan digital besar global yang melakukan IPO.
”Contoh yang berhasil itu Facebook, Alibaba, dan SEA Group. Sedangkan contoh sebaliknya adalah Lyft, Uber, dan WeWork,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Berdasarkan riset yang dilakukan, Chaikal mengungkapkan alasan keberhasilan perusahaan digital saat IPO di antaranya adalah manajemen yang baik, mudah beradaptasi, dan bisa sesuai dengan ekspektasi publik, serta dukungan utama dari modal ventura atau investor sebagai bantalan bagi perusahaan.
Menurut Kepala OJK, IPO GoTo sudah dinantikan oleh para investor di pasar modal.
- Penetrasi Keuangan Syariah Rendah, OJK Minta Pelaku Usaha Melakukan Ini
- CBD PIK2 Buyback Saham Rp 1 Triliun, Laba Melejit Hampir 60%
- Pilih Mana Celengan atau Rekening Bank untuk Merencanakan Keuangan
- Asuransi Kitabisa Raih Penghargaan dari OJK
- 44 Mitra Ojol di Jateng Kaget Cuma Dapat BHR Rp 50 Ribu
- Didimax Resmi Kantongi Izin Transaksi Perdagangan Derivatif dari OJK