Okupansi Hotel Rendah, PHRI Minta Insentif Pajak

Pajak hotel di Surabaya, tutur Soleh, lebih besar jika dibandingkan dengan beberapa negara lain.
Misalnya, pajak hotel di Singapura yang hanya tujuh persen, Malaysia lima persen, bahkan Australia nol persen.
Terkait dengan pajak parkir, PHRI keberatan jika hotel yang tidak mengenakan tarif terhadap parkir kendaraan milik tamu tetap dikenai pajak parkir sekitar 20 persen.
Alasannya, area parkir yag disediakan pihak hotel merupakan bagian dari fasilitas pelayanan kepada para tamu.
”Mestinya yang dikenai pihak ketiga yang mengelola parkir,” jelasnya.
Dia juga menyatakan, untuk beberapa hotel, area parkir dikelola oleh pihak ketiga. Pendapatan yang didapat hotel dari pengelolaan parkir juga kecil sehingga hanya cukup untuk perawatan.
Tahun ini PHRI memperkirakan ada tambahan sebelas hotel dengan 1.300 unit kamar di Jawa Timur. (car/c20/noe)
Okupansi yang tidak terlalu tinggi membuat pengusaha hotel di Jawa Timur meminta insentif pajak dari pemerintah.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Rayakan Liburan Paskah yang Mewah di The Ritz-Carlton Bali
- 4 Perampok Sopir Taksi Online di Surabaya Ditangkap, 1 Asal Sidoarjo, 3 Warga Cirebon
- Tabrakan Bus vs Mobil di Jawa Timur Menewaskan 7 Orang
- Menko Polkam Budi Gunawan Tinjau Arus Balik Idulfitri 2025 di Jawa Timur
- Pria di Blitar Bacok Mantan Istri
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE