Ombudsman Bongkar Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng, Ternyata

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengungkapkan masalah yang menjadi penyebab kelangkaan minyak goreng.
Yeka membeberkan salah satu masalah terkait perbedaan harga dalam kebijakan domestic price obligation (DPO) yang ditetapkan oleh pemerintah, harga eceran tertinggi (HET), dan harga pasar.
Harga DPO sebesar Rp 9.300 untuk CPO di dalam negeri dan HET minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter, dan harga di pasar tradisional yang masih tinggi sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per liter.
"Hal itu menimbulkan kelangkaan," ujar Yeka dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/3).
Selain itu, Yeka mengungkapkan kelangkaan minyak goreng diduga karena spekulan yang melakukan penyelundupan dan penimbunan.
Berdasarkan pemantauan Ombudsman di 274 pasar seluruh Indonesia minyak goreng sesuai HET pemerintah jarang ditemukan, bahkan langka.
"Ada dugaan terhadap spekulan yang memanfaatkan kondisi perbedaan harga yang sangat besar antara HET dengan harga pasar tradisional yang sulit diintervensi," tegas Yeka.
Kementerian Perdagangan sebelumnya menegaskan para pelaku usaha eksportir crude olam oil (CPO) di Indonesia untuk mematuhi kebijakan DMO sebesar 30 persen. (mcr28/jpnn)
Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengungkapkan masalah yang menjadi penyebab kelangkaan minyak goreng.
Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Wenti Ayu
- Ayam Panggang Mbah Dinem di Klaten Rendah Kolesterol, Tanpa Minyak Goreng
- Perbaikan Jalan Pantura Kaligawe Rampung, Ombudsman Dorong Pemantauan Rutin
- Warga Rela Mengantre Sejak Subuh demi Sembako Bersubsidi
- Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Masih Tinggi
- Harga Pangan Hari Ini, Cabai, Bawang, hingga Minyak Goreng Merangkak Naik
- Bareskrim Bakal Tindak Tegas Pelaku yang Kurangi Takaran Minya Goreng