Omicron Masuk Indonesia, Bagaimana Nasib Investasi?
jpnn.com, JAKARTA - Publik geger lantaran Omicron diumumkan masuk ke Indonesia pada Kamis (16/12). Rupiah melorot, IHSG pun langsung berada di zona merah.
Lantas bagaimana nasib investasi dan kepercayaan investor?
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia merasa yakin kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia masih tinggi.
"Di Indonesia, sekalipun alami pandemi Covid-19, trust investor khususnya FDI (investasi asing langsung) itu tinggi sekali," katanya seusai acara Penandatanganan Komitmen Kerja Sama dalam Program Kolaborasi PMA/PMDN dengan UMKM di Nusa Dua, Bali, Sabtu (18/12).
Bagi Bahlil, tingkat kepercayaan investor yang tinggi dapat dibuktikan dengan keseriusan mereka untuk mengeksekusi perizinan-perizinan yang telah diperoleh.
Eks Ketua Hipmi itu mencontohkan salah satunya yakni investasi PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten.
Menurut dia, awalnya investasi itu terhalang oleh tumpang tindih lahan sehingga harus mangkrak. Namun, saat Covid-19 melanda, pada triwulan I 2020, proyek tersebut bisa benar-benar terealisasi.
Bahlil memastikan tidak ada rencana investasi yang mundur, khususnya rencana-rencana investasi yang sudah disampaikan investor.
Omicron diumumkan masuk ke Indonesia pada Kamis (16/12). Rupiah melorot, IHSG langsung berada di zona merah. Investasi bagaimana?
- Jakarta Beat Society 2025 Sedot Animo Ribuan Pengunjung
- 7 Program Prioritas Herman Deru untuk Pemerataan Kesejahteraan Rakyat di Sumsel
- Ini Upaya Bea Cukai Perkuat Kolaborasi dengan Perusahaan Berstatus AEO di 2 Daerah Ini
- Bank Mandiri Tebar KUR UMKM Rp 12,8 Triliun per Maret 2025
- Prabowo Bertemu 19 Perusahaan Raksasa Korea, Dapat Investasi Rp 259 Triliun
- Siasat Sri Mulyani untuk Meredam Tarif Resiprokal Amerika Serikat