Omongan Kapolri Listyo Diungkit setelah Band Sukatani Didatangi Polisi

jpnn.com - Kasus personel Band Sukatani minta maaf dan menarik lagu mereka berjudul Bayar Bayar Bayar yang berlirik menyentil polisi, mendapat perhatian pemerhati kepolisian dan mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti.
Menurut Poengky, polisi yang melarang masyarakat untuk menyampaikan kritik justru melanggar perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Bapak Kapolri berkali-kali menyampaikan Polri tidak antikritik. Siapa yang berani mengkritik keras Polri, justru akan menjadi sahabat Polri," kata Poengky melalui keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (21/2/2025).
Dia mengatakan jika benar ada pihak dari kepolisian yang berani melarang orang melakukan kritik, yang bersangkutan justru melanggar perintah Kapolri.
Pendapat itu disampaikan Poengky merespons lagu Bayar Bayar Bayar gubahan grup musik Sukatani yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dua personel grup musik itu belakangan menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri atas lagu yang berisi kritikan terhadap polisi.
Poengky menilai lagu Bayar Bayar Bayar merupakan luapan perasaan Sukatani atas realitas di tengah masyarakat. Grup musik itu menduga masih ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran hukum seperti pungutan liar.
Anggota Kompolnas periode 2016–2020 ini menegaskan bahwa kritik sebagaimana lirik lagu itu jika benar, hal itu merupakan penyimpangan dari tugas-tugas mulia kepolisian.
Omongan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diungkit Poengky Indarti setelah personel Band Sukatani minta maaf dan menarik lagu yang menyentil polisi.
- Diduga Bunuh Bayi Sendiri, Brigadir Ade Kurniawan Tersangka
- Kasus AKBP Fajar Cabuli Bocah, Mahasiswi Bernama Stefani Jadi Tersangka
- Polisi Periksa Oknum TNI terkait Penjualan Senpi kepada KKB
- Kasus Oknum TNI Tembak 3 Polisi Bukan Masalah Antarinstitusi, Seorang Brimob Tersangka
- 28 Motor Pelaku Balap Liar di Pekanbaru Diarak ke Kantor Polisi
- Operasional Truk Besar Dibatasi Selama Lebaran 2025 Demi Keamanan Pemudik