Optimalisasi UMKM di Tengah Pandemi, Semua Pihak Harus Berperan

Model perekonomian yang ada di Indonesia berupa perekonomian kerumunan. Model perekonomian seperti ini, yakni 99 persen adalah UMKM, yang menjadi penopang perekonomian. Menurutnya, perekonomian tumbuh atau tidak, tergantung sektor ini. Meski demikian, model perekonomian seperti ini memiliki sisi positif dan negatif. “Ekonomi kerumunan itu kalau satu gulung tikar masih banyak yang lain yang masih menopang,” ujarnya.
Berbeda dengan ekonomi yang berbasis konglomerasi. “Satu konglomerasi gagal akan berpengaruh pada ekonomi yang lain seperti yang terjadi pada tahun 1998,” ungkapnya.
Untuk optimalisasi UMKM, kata Firmanzah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah.
Pertama, memberi stimulus. Dana yang sudah dianggarkan harus segera direalisasikan. Kedua, stimulus yang ada harus tepat sasaran. “Jangan sampai salah sasaran,” ujarnya.
Ketiga, harus kontekstual artinya ada daerah-daerah di mana populasi UMKM-nya perlu menjadi fokus dari kebijakan stimulus.
Dari model perekonomian kerumunan, Firmanzah mencontohkan Aljazair. Pada 1998, negara itu memformalkan ekonomi kerumunan. “Agar ekonomi kerumunan bisa terstruktur, caranya adalah formalisasi dunia usaha,” ungkapnya.
Semua pihak harus berperan dalam melalukan optimalisasi peran UMKM untuk menopang perekonomian di masa pandemi Covid-19. UMKM sudah punya pengalaman kebal terhadap krisis.
- Libur Idulfitri, Kebun Binatang Bandung Larang Pengunjung Botram
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Pertamina UMK Academy Berhasil Bawa Ribuan Produk UMKM Go Global
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Para Peserta UMK Ungkap Segudang Manfaat Ikut Program Pertamina, Produknya Bisa Go Global
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik