Orang Dekat Jokowi Berusaha Mengambil Alih Demokrat, Masa Sih?

jpnn.com, JAKARTA - Eks politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean ragu dan tidak percaya jika orang lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlibat dalam upaya mengambil alih partai Demokrat.
Isu mengambil alih ini menguat setelah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menggelar keterangan resmi secara virtual, Senin (1/2) ini.
Agus menyebut terjadi upaya pengambilalihan Demokrat oleh beberapa pihak. Satu di antaranya oleh orang dekat Jokowi.
"Secara pribadi saya, kok, tidak yakin akan adanya gerakan orang-orang dekat Jokowi yang ingin mengambil alih Partai Demokrat," kata Ferdinand dalam pesan singkatnya kepada awak media, Senin (1/2).
Menurut Ferdinand, mengambil alih partai dari kepengurusan yang sah tidaklah mudah. Terdapat mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB) untuk melengserkan kepemimpinan yang sah di sebuah partai.
"KLB ini hanya bisa dilaksanakan dengan alasan yang kuat dan didukung dua pertiga pengurus nasional. Nah, maka itu saya tak percaya ada orang dekat Jokowi yang nekat mencoba melakukan pengambilalihan itu," tutur dia.
Sebelumnya, AHY mengungkapkan, terdapat gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara sistematis.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata AHY, gerakan mengambil alih ini melibatkan pejabat tinggi di lingkaran Jokowi. Bahkan, menurut AHY, bebera menteri juga mendukung gerakan mengambil alih Demokrat.
Beredar kabar orang dekat Jokowi berusaha ambil alih Partai Demokrat pimpinan AHY.
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Agust Jovan Latuconsina Layak Jadi Wasekjen Demokrat: Energik dan Bertalenta
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Jadi Kepala Komunikasi Partai Demokrat, Herzaky: Ini Amanah Luar Biasa
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat