Orang Tua Masih Menanti Penjelasan soal Penyebab Gangguan Ginjal Akut
“Mungkin saja pemasok bahan baku obat mereka berubah, dan kadar etilen dan dietilen pada bahan baku propilen glikol dari si pemasok yang baru ini kadarnya lebih tinggi.”
Ia mengatakan, seharusnya perusahaan farmasi menjadi entry point pertama quality control kadar cemaran ini sebelum digunakan membuat obat.
“Fungsi pengawasan selanjutnya ketika produk obat sudah jadi tentu saja ada di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).”
BPOM sebelumnya mengatakan tidak pernah melakukan pengujian terhadap kadar etilen glikol dan dietilen glikol dalam obat-obatan.
“Sampai saat ini di dunia internasional belum ada standar yang untuk mengatakan untuk diuji. Itulah kenapa kita tidak pernah menguji karena memang belum dilakukan di dunia internasional pun … karena itu standar pengujian terhadap kedua kandungan tersebut akan dikembangkan, sehingga menjadi bagian dari sampling rutin BPOM.”
“Saya mengapresiasi ukuran yang telah ditetapkan BPOM untuk menjaga industri farmasi dan memastikan produk yang aman,” tutur Dr Anis.
Ia juga berharap BPOM tetap konsisten mengawasi tanpa harus ada insiden terlebih dahulu.
Dr Anis juga mengingatkan, batas ambang batas aman dalam obat sirop sangat berkaitan dengan dosis yang diminum.
Menteri Kesehatan telah mengumumkan bahwa kemungkinan besar penyebab kasus gangguan ginjal akut pada anak yang terjadi belakangan ini adalah cemaran etilen glikol dan dietilen glikol
- Kabar Australia: Telur Langka, Supermarket Membatasi Pembelian
- Kasus Penyerangan Perempuan Dengan Air Keras Dikaitkan Dengan Motif Balas Dendam
- Dunia Hari Ini: Amerika Mengatakan Ada Kemajuan Dalam Mediasi Gencatan Senjata Israel-Hamas
- Jumlah Penularan Kasus HMPV Terus Bertambah di Tiongkok, Virus Apa Ini?
- Dunia Hari Ini: Facebook dan Instagram Akan Berhenti Menggunakan Mesin Pengecek Fakta
- Dunia Hari Ini: PM Kanada Justin Trudeau Mundur karena Popularitasnya Menurun