Orangtua Australia Diminta Waspadai Iklan yang Ditujukan Bagi Anak-anak

"Mungkin saja melakukannya di halaman Facebook mereka sendiri, tetapi mereka tidak pernah melakukannya secara umum di jejaring sosial," ujarnya.
"Hubungi organisasinya. Jika mereka mengaku berasal dari Nickelodeon, dari Disney, dari Barbie, dari Mattel, hubungi organisasi sebenarnya dan tanya 'apakah Anda menggelar sebuah acara?"
"Jika Anda tidak yakin benar, jangan antar dan turunkan anak Anda di acara itu."
Predator mencoba menciptakan 'peluang baru'
Salah satu direktur Pusat Perlindungan Anak Australia, Profesor Leah Bromfield, mengatakan media sosial adalah "terobosan terbaru" bagi lembaga penegak hukum untuk melacak para pedofil.
"Dalam kasus ini, kami memiliki orang tua yang telah melakukan persis apa yang kami inginkan dari orang tua, yakni mereka ingin tahu, mereka mengajukan pertanyaan," katanya.

"Ketika mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, mereka memberi tahu polisi.
"Ada aturan yang sangat ketat di mana Anda dapat menurunkan dan meninggalkan anak-anak Anda di sebuah tempat, dan jika aturan-aturan tidak dilakukan maka mencurigakan."
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi