Organisasi Mahasiswa Minta Seluruh Elemen Demo 4/11 Jaga Ketertiban

jpnn.com - JAKARTA - Empat organisasi mahasiswa hari ini mengeluarkan pernyataan bersama terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur Basuki T Purnama dan aksi demonstrasi besar-besaran 4 November mendatang.
Keempat organisasi itu adalah, IMM, PMKRI, IPM dan Hikma Budhi.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Taufan Putra Revolusi mengatakan, ada empat hal yang disepakati keempat organisasi.
"Pertama, mendesak presiden RI untuk menginstruksikan Kapolri agar segera memproses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahya Purnama alias Ahok agar masyarakat segera mendapatkan kepastian hukum," ujar dia melalui keterangan pers, Rabu (2/11).
Kedua, lanjut dia, mereka mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia agar lebih jernih melihat persoalan bangsa sehingga tidak bias pada isu yang mengakibatkan konflik horisontal dan cenderung merusak stabilitas bangsa.
Mengenai aksi 4 November, IMM Cs mengimbau seluruh elemen masyarakat yang turun kejalan untuk menjaga ketertiban.
"Keempat, mengimbau pada rakyat Indonesia untuk merawat keharmonisan bangsa," ujar dia.
Lebih lanjut Taufan mengatakan, IMM sendiri secara organisasi tidak akan turut serta dalam demonstrasi bertajuk Aksi Bela Islam II itu.
JAKARTA - Empat organisasi mahasiswa hari ini mengeluarkan pernyataan bersama terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur Basuki T Purnama dan aksi
- Selesai Diperiksa KPK, Hasto Jawab 52 Pertanyaan Pengulangan
- Perusahaan Transformasi Digital Lokal Jalin Kerja Sama dengan Aplikasi Pengantar Makanan Asal Brunei
- Menyambut Ramadan & HUT ke-5, IFG Bagikan Ratusan Paket Sembako
- Jangan Tolak PPPK Paruh Waktu, Gaji dan Tunjangan Hampir Setara, Ada THR
- Kepala B2PMI Ajak Praja IPDN Gaungkan Tagar #KerjaSajaDuludiLuarNegeri
- Ini Respons Prabowo soal Kasus Pertalite Dioplos Jadi Pertamax