Osan vs Osin: PKS Digoyang Isu Kudeta Internal
![Osan vs Osin: PKS Digoyang Isu Kudeta Internal](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/normal/2017/02/24/ed40a125537b3c1fb9c3ecb93e4e7f9e.jpg)
jpnn.com, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS digoyang isu kudeta internal. Meski baunya sudah tercium sejak lama, namun beberapa hari ini kembali hangat. Ini karena beredarnya dokumen berbentuk power point berjudul Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS.
Dalam dokumen itu disinggung ada pihak yang ingin mengudeta PKS, dengan sejumlah gerakan yang kini terbentuk.
Menurut Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini, dokumen itu tak jelas sumbernya. Dia juga menduga dokumen sengaja dibuat agar internal partai kalang kabut.
“Kalau dilihat dari bahasanya itu kayaknya operasi untuk menghancurkan PKS,” kata Jazuli kepada JPNN, Sabtu (14/4).
Jazuli juga mengaku baru tahu dari wartawan soal dokumen tersebut. Menurutnya, dalam internal partai belum ada yang membahas soal tersebarnya dokumen itu.
Dia menduga, dokumen itu dibuat oleh agen yang bekerja untuk pihak pembenci PKS. “Pasti itu dari pihak yang ingin memecah belah PKS dan tidak mau PKS besar. Orang itu pasti agen yang bekerja untuk pihak lain,” imbuh dia.
Diketahui dalam dokumen tersebut terdapat istilah Osan dan Osin. Osan dimaksud Orang Sana, dan Osin dimaksud Orang Sini.
Dalam dokumen tersebut juga dijelaskan makna dari singkatan-singkatan. Orang Sana adalah loyalis AM dan Orang Sini lolalis partai.
Di kalangan wartawan, beredar dokumen berbentuk power point berjudul Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS.
- Inisiator Sumbar Cerdas Rahmat Saleh Berharap Kuota Beasiswa KIP tak Hanya Utamakan Kampus Negeri
- Elite PKS Beri Wejangan ke Anggota DPRD, Bicara 4 Kunci Kesuksesan
- Biaya Pemilu Mahal, Rahmat Saleh Dorong Sistem e-Voting di Pesta Demokrasi 2029
- Pidato di Acara Bimtek, Salim Segaf PKS Singgung Cita-Cita Pendiri Bangsa dan Politik Beretika
- Indonesia Harus Tolak Wacana Trump Soal Relokasi Warga Palestina ke Yordania & Mesir
- Nusaibah Jazuli Menyerahkan Gaji sebagai Anggota DPRD Tangsel untuk Masyarakat