OSO: Generasi Muda Harus Lebih Proaktif Memperhatikan Keadaan Bangsa
jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang berharap para pemuda atau generasi milenial Indonesia memilh pemimpin bangsa sesuai dengan hati nurani masing-masing.
Politikus senior yang beken dengan panggilan OSO itu mengatakan bahwa saat ini generasi muda menduduki porsi suara hingga 62 persen.
Oleh karena itu, kata dia, tidak salah jika dikatakan pemimpin bangsa akan dipilih oleh generasi muda.
"Karena 62 persen pemilih itu adalah milenial. Itu sebabnya saya mengharapkan sekali para milenial betul-betul memilih pemimpin yang bisa jadi harapan mereka dan bangsa ini," kata OSO di Jakarta, Senin (1/1).
Mantan wakil ketua MPR RI dan eks ketua DPD RI itu menyambut Tahun Baru 2024 dengan harapan supaya generasi muda lebih proaktif dalam memperhatikan serta membangun bangsa dan negara.
"Harapan 2024 saya sederhana, selalu menginginkan generasi muda menjadi pengganti kita semua, dan generasi muda itu harus lebih proaktif memperhatikan keadaan bangsa Indonesia," ungkap OSO.
Dia mengingatkan bahwa saat ini merupakan momen bagi generasi milenial dan Gen Z dalam menentukan arah bangsa dan negara lewat Pemilu 2024.
"Sekarang adalah era-nya milenial, dan yang menjadi milenial itu yang memilih pemimpin yang akan datang, ini adalah mereka yang menentukan 5 tahun mendatang," kata OSO. (antara/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO berharap para generasi muda atau milenial memilih pemimpin bangsa sesuai dengan hati nurani masing-masing.
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi
- Tantangan Bangsa Berat, Barikade 98 Dorong Penguatan Komitmen Persatuan Nasional
- Neng Eem MPR Tekankan Pentingnya Kalangan Milenial Agar Lebih Melek Sejarah
- Tinjau Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor, Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Hal Ini
- Ini Aksi Nyata Penerima Beasiswa Pertamina Sobat Bumi dalam Melestarikan Lingkungan
- Ambang Batas PT Dihapus, Pengamat Menyoroti Beban Anggaran & Kerja Penyelenggara Pemilu
- Sukses Pemilu dan Pilkada: Apresiasi Model Keamanan Politik Berkelanjutan di 2025