OTT Uang Rp 5 Juta, Pejabat BPN Gunakan Jurus Pingsan
''Uang Rp 5 juta tersebut dalam amplop putih dan sudah dimasukkan ke laci. Itu sudah cukup untuk pidana dan dijadikan tersangka. Juga diklopkan dengan bukti SMS permintaan uang. Jadi, semua unsur memenuhi,'' kata Agung.
Hanya, kondisi Rani yang masih shock membuat penyidik belum banyak bertanya.
''Sekarang mau ditanya penyidik, dia langsung pingsan. Jadi, supaya paham, kami hormati kondisinya. Tunggu tenang dulu, baru penyidikan dilanjutkan lagi,'' sambungnya.
Kronologi kasus tersebut. Menurut Agung, ada sengketa lahan 1.000 meter persegi di Taman Kenten antara Hodijah (pemilik tanah dan bangunan) versus Margono Mangkunegoro (pembeli).
Dalam perjalanannya, ternyata tanah itu diklaim Maimunah dan Rahman Ali sebagai miliknya.
Keduanya menggugat Hodijah, Margono, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang. (vis/c22/ami/jpnn)
Kondisi Rani Arvita masih shock. Setelah ditangkap tangan oleh tim Saber Pungli Polresta Palembang yang dibantu Polda Sumsel pada Kamis lalu sekitar
Redaktur & Reporter : Natalia
- Kepala BPN Ungkap Sertifikat Tanah di Rentang 1961-1997 Rawan Diserobot
- Rahmat Saleh Mendorong BPN Aktif Menyosialisasikan Sertifikat Elektronik
- Ternyata Ada Oknum BPN Terlibat Pagar Laut, Oalah
- Kuasa Hukum Optimistis Hakim PN Jakbar Tolak Gugatan terhadap Lahan SPBE Kalideres
- Nasir Djamil: Kasus Salah Gusur di Tambun Bukti Permainan Oknum BPN
- 5 Berita Terpopuler: Jadi Heboh, 806 Ribu Guru Terima Tunjangan Langsung ke Rekening