PA 212 Kocok Ulang Capres dan Cawapres Penantang Jokowi
Rabu, 11 Juli 2018 – 18:59 WIB
.jpg)
Ribuan umat muslim mengikuti reuni aksi 212 di kawasan silang Monas, Jakarta, Sabtu (2/12). Aksi dalam rangka memperingati satu tahun Aksi Bela Islam 212 tersebut sekaligus juga untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ilustrasi : Ismail Pohan/Indo Pos
1. Paham sejarah dan ideologi bangsa.
2. Bekerja keras untuk rakyat bukan untuk asing.
3. Harus meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan bangsa yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara komprador.
4. Tidak tambah utang luar negeri lantaran dianggap akan menjadi beban seluruh rakyat Indonesia.
5. Pemimpin harus bertindak adil kepada semua pihak dan tidak memusuhi atau berpihak kepada golongan tertentu.
6. Tidak tebar pesona, hingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencari solusi masalah bangsa, seperti persoalan ekonomi, sosial, hingga pendidikan. (mg1/jpnn)
Menyikapi manuver politik dari sejumlah politikus membuat Persaudaraan Alumni (PA) 212 bersikap atas bakal capres dan cawapres yang rencana mereka usung.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
BERITA TERKAIT
- Jumlah Anggota Koalisi Parpol di Pilpres Perlu Diatur Mencegah Dominasi
- Merespons Putusan MK Tentang PT Nol Persen, Sultan Wacanakan Capres Independen
- Sampit Bantul
- MK Hapus Aturan Presidential Threshold, Said PDIP Singgung Syarat Kualitatif Capres-Cawapres
- Anggap Muslim di Indonesia Paling Beruntung, Kepala BPIP Sebut Setiap WNI Terlahir jadi Capres
- Berdiri di Depan Massa Reuni Akbar PA 212, Habib Rizieq Menyampaikan Pesan, Lantang