Pabrik Masker Satu-satunya di Australia Tingkatkan Produksi Jadi 50 Juta

Dengan semakin banyaknya mereka yang positif terkena virus corona, pemerintah Australia sudah meminta perusahaan tersebut untuk meningkatkan produksi masker bedah secepat mungkin.
"Kami sudah menyampaikan situasi kami, kami menyampaikan keterbatasan yang kami miliki, mengenai sumber daya," kata Steve.
"Kami hanya memiliki dua mesin yang operasional, mesin ketiga sudah rusak, dan hanya ada dua operator yang terlatih."
Steve dan pemerintah akhirnya sepakat untuk meningkatkan produksi dengan menggerahkan 14 anggota militer ke lokasi pabrik tiga minggu lalu.
"Ini sekarang mirip dengan barak militer," katanya.
"Kami memiliki personel militer di sini sekarang dan mereka yang bekerja adalah tentara yang sangat-sangat terlatih, beberapa diantara mereka adalah insinyur listrik."
"Produksi berjalan dengan baik sekarang ini."
Mencari bahan dasar dari luar negeri
Dengan permintaan untuk memproduksi lebih banyak masker, masalah terbesar kali ini adalah membeli bahan pembuat masker dari luar negeri.
Satu-satunya perusahaan yang membuat masker di Australia sedang meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan di tengah krisis virus corona
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana