Paceklik Gelar di Awal 2025, PBSI Perketat Seleksi Pemain Pelatnas Cipayung

Hal ini dilakukan untuk proses regenerasi pebulu tangkis di Pelatnas Cipayung bisa berjalan dengan baik.
Nantinya tidak hanya pemain di level senior yang bisa tampil di turnamen akbar, untuk pemain pratama juga bisa diturunkan agar menambah jam terbang.
“Saya berharap kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing atlet Indonesia di kancah internasional serta memastikan pelatnas diisi oleh pemain yang benar-benar layak,” ungkap pria kelahiran 17 Mei 1977 itu.
Prestasi bulu tangkis Indonesia tengah menjadi sorotan seusai menurun drastis dari tahun sebelumnya.
Performa atlet juga menjadi catatan mengingat pemain-pemain utama yaitu Jonatan Christie, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, hingga Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati masih belum bisa naik podium tertinggi.
Pekerjaan rumah yang berat buat PBSI kepengurusan Fadil Imran setelah di era sebelumnya juga tradisi medali emas pada ajang Olimpiade lepas.
Cabang olahraga tepok bulu tercatat hanya mampu membawa medali perunggu melalui sektor tunggal putri yakni Gregoria Mariska Tunjung.
Menarik ditunggu respon cepat PBSI setelah nir gelar dalam beberapa turnamen pada awal 2025.
Aturan ketat coba diterapkan PBSI seusai paceklik gelar di awal 2025 dengan seleksi pemain yang ada di Pelatnas Cipayung
- Aturan Promosi & Degradasi Diubah, Deretan Pemain Ini Berpotensi Terdepak dari Pelatnas Cipayung
- BWF World Tour: Rapor Merah Bulu Tangkis Indonesia, 7 Turnamen 1 Trofi
- Indonesia Gagal di All England 2025, Ini Kata PBSI
- Tanpa Zheng/Huang, Ganda Campuran China di All England Tetap Mengerikan
- Banyak Bikin Kesalahan, Rehan/Gloria Harus Puas Jadi Runner up Lagi
- Rehan/Gloria dan Adnan/Indah Kompak ke Perempat Final Orleans Masters 2025